Cinta Monyet?!
Cinta monyet, pasti kamu pernah merasakan apa itu cinta monyet baik cinta monyet yang bertepuk sebelah tangan ataupun saling memiliki namun saling melepaskan ketika berbeda sekolah atau ada hal ‘tertentu’ yang memisahkan.
Cinta monyet sebenarnya adalah hanya sebuah sindiran untuk remaja yang merasakan cinta tapi masih dalam keraguan. Atau dengan kata lain, cinta sesaat dan kurang serius dalam cinta. Cinta monyet sudah dikenal sejak 1960-an sampai 1980-an yang merupakan istilah fenomenal yang sering digunakan oleh para pesyair, penulis lagu, atau penulis karya sastra seperti cerita pendek, novel atau roman.
Menurut penelitian para psikolog, dengan adanya cinta monyet ini membuat tingah laku, gaya dan cara bergaul anak remaja menjadi berubah drastis. Seperti mereka yang sopan dan rajin biasanya menjadi sebaliknya yakni tidak sopan dan terkesan lebih malas. Mereka –anak remaja- mulai menjadi liar,tidak sopan atau malas karena mereka mulai memiliki kekasih atau lebih sering disebut dengan istilah Pacaran. Pada dasarnya, jika orang tua tidak mengijinkan, banyak remaja yang sudah memiliki kekasih pasti sembunyi-sembunyi berpacaran.
Padahal jika direnungkan, dampak negatif dari cinta monyet ini lebih banyak dibandingkan dampak positifnya
Dampak positif cinta monyet :
-
(Mungkin)
para pelaku cinta monyet ini akan lebih bersemangat untuk pergi ke sekolah –jika
sang kekasih berada dalam satu sekolah-
-
(Mungkin)
lebih termotivasi untuk mendapatkan nilai yang lebih baik. Karena bayangkan
betapa malunya kamu jika kekasihmu tahu nilaimu sangatlah jelek
-
Entahlah
apalagi dampak positif, setahu author hanya itu
Dampak negatif dari cinta monyet,
perhatikan dan renungkan :
-
Kebanyakan,
jika kurang berhati-hati dalam melakoni cinta monyet, dan karena kebanyakan
remaja mengenal pergaulan bebas. Hal ini akan menjerumuskan remaja jika tidak
berhati-hati
-
Banyak berbohong
kepada orang tua. Hal ini terjadi karena orang tua yang tidak menyetujui
hubungan anaknya. Maka, remaja atau perlaku cinta monyet ini akan berbohong
kepada orang tua mereka dalam beberapa aspek
-
Nilai menurun
karena banyak memikirkan kekasih
-
Menjadi malas
belajar
-
Menjadi tidak
sopan dan liar
-
Kebanyakan
remaja zaman sekarang, remaja banyak yang mengenal istilah ‘Galau’ karena
kekasih mereka
-
Gatau deh,
authornya bingung apalagi dampak negatifnya. Kebanyakan sih
Maka dari itu, janganlah terlalu
sibuk mikirin cinta. Pikirin dulu belajar! Kalo udah lulus, udah mapan, udah
pinter, udah sukses. Baru pikirin cinta. Tapi kalo buat sampingan dan
seru-seruan aja sih boleh :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar