Hari sabtu sore adalah hari yang sangat menyedihkan bagiku.
Namun tidak ketika sahabatku berada disini, Ariana G. Dia selalu menemaniku.
"Mona, apa kau tak melupakan sesuatu?" tanya ary ketika aku tengah melamun, dan terdiam
"hmm, kurasa tidak, jika adapun pasti itu tak penting"
"jika bersangkutan dengan si kapten basket, bagaimana?"
"ah? memang ada apa? kenapa dengan kapten basket-ku?" tanyaku sumringah, dan ary hanya tertawa melihatku
Oh yaa, kau tau siapa kapten basket yang aku dan ary maksud? Dia adalah justin, seorang pria bertubuh atletis yang jago bermain basket
Kau tau? Aku mengaguminya sejak lama. Tetapi, aku sedikit tak yakin jika justin menyukai gadis sederhana sepertiku.
"bukankah kau bilang justin mengajakmu kencan hari ini kan?"
"ku rasa itu semua tak mungkin terjadi, tapi...." ku ingat-ingat
"Mona, apa kau tak melupakan sesuatu?" tanya ary ketika aku tengah melamun, dan terdiam
"hmm, kurasa tidak, jika adapun pasti itu tak penting"
"jika bersangkutan dengan si kapten basket, bagaimana?"
"ah? memang ada apa? kenapa dengan kapten basket-ku?" tanyaku sumringah, dan ary hanya tertawa melihatku
Oh yaa, kau tau siapa kapten basket yang aku dan ary maksud? Dia adalah justin, seorang pria bertubuh atletis yang jago bermain basket
Kau tau? Aku mengaguminya sejak lama. Tetapi, aku sedikit tak yakin jika justin menyukai gadis sederhana sepertiku.
"bukankah kau bilang justin mengajakmu kencan hari ini kan?"
"ku rasa itu semua tak mungkin terjadi, tapi...." ku ingat-ingat
'Hari sabtu, jam 7 aku menjemputmu..'
"kau benar ary, justin mengajakku kencan malam ini"
"sudah ku bilang, lebih baik kau segera bersiap. Sementara aku akan pulang. Goodbyee honey, goodluck yaa"
"yaa, byee"
"kau benar ary, justin mengajakku kencan malam ini"
"sudah ku bilang, lebih baik kau segera bersiap. Sementara aku akan pulang. Goodbyee honey, goodluck yaa"
"yaa, byee"
Ary-pun kembali pulang, sementara aku berlari menuju kamarku
untuk bersiap
Setelah selesai, aku terduduk diatas pembaringan, berharap
terdengar suara clackson terdengar
'Drrtt.. Drrtt'
Handphone-ku bergetar dan dapat ku lihat bahwa justin
memanggilku. Dan dengan sigap aku segera mengangkatnya.
"Hallo, justin ada apa?"
"kau tak melupakan sesuatu, kan?"
"melupakan apa?" tanyaku pura-pura tak tau
"hhh kau ini, kau ingin membatalkannya?"
"eh eh tidak, jangan"
“kalau begitu cepat keluar, aku telah menunggum diluar!”
“baiklah”
"Hallo, justin ada apa?"
"kau tak melupakan sesuatu, kan?"
"melupakan apa?" tanyaku pura-pura tak tau
"hhh kau ini, kau ingin membatalkannya?"
"eh eh tidak, jangan"
“kalau begitu cepat keluar, aku telah menunggum diluar!”
“baiklah”
Akupun segera berlari untuk menghampiri justin. Dan aku lihat sebuah mobil range-over dan
seorang pria yang amat sangat aku kenali, dengan gaya cool-nya. Ia menaruh kedua tangannya
didalam saku celananya. Oh Astaga! Dan seketika itu, aku lupa bagaimana caraku
untuk bernafas. Ahh Berlebihan!
Ku hampiri justin, ia tersenyum manis padaku, aku hanya
mencoba memberikan seukir senyuman paling manis yang aku miliki.
“hey, mona!” tegurnya, saranya membuatku nyaris jatuh. Haha tidak, aku terlalu terobsesi dengannya.
“h-hey just” ucapku kaku, sial! Ada apa denganku?
“kita jadi pergi, kan?” Tanya justin dengan ramah
“a.. emm, yaa.. tentu iya” balasku canggung dengan tersenyum bodoh, oh tidak justru itu adalah senyuman yang sangat-sangat-sangatlah bodoh!
“baiklah, ayo!” ucapnya dengan meraih tanganku dan menarikku untuk masuk kedalam mobilnya.
“hey, mona!” tegurnya, saranya membuatku nyaris jatuh. Haha tidak, aku terlalu terobsesi dengannya.
“h-hey just” ucapku kaku, sial! Ada apa denganku?
“kita jadi pergi, kan?” Tanya justin dengan ramah
“a.. emm, yaa.. tentu iya” balasku canggung dengan tersenyum bodoh, oh tidak justru itu adalah senyuman yang sangat-sangat-sangatlah bodoh!
“baiklah, ayo!” ucapnya dengan meraih tanganku dan menarikku untuk masuk kedalam mobilnya.
Selama perjalanan tak ada satupun yang memulai pembicaraan,
kami saling terdiam walau sesekali kami saling bertatap mata dan saling
tersenyum.
Justin membawaku kesebuah taman mala mini, udara disini
sangat nyaman dan sejuk . justin menuntunku untuk duduk di kursi taman yang ada
disini. Taman benar-benar terlihat sepi, But
apa peduliku? Yang penting saat ini aku tengah bersama justin :D
“bagaimana, kau suka dengan ini?” Tanya justin dengan suara
yang, ahh
“tentu, tapi mengapa tak ada bintang yaa? Satupun tak terlihat” ucapku dengan nada sedih
“tenanglah, ada aku disini” ucap justin membuatku sedikit, emm melayang
Aku hanya tersenyum
“oh iya..” justin menepuk tangannya sebanyak tiga kali, dan ‘Jedaarr’ terlihat warna-warni kembang api meluncur bebas di langit malam ini. Astaga indahnya.. :’)
“tentu, tapi mengapa tak ada bintang yaa? Satupun tak terlihat” ucapku dengan nada sedih
“tenanglah, ada aku disini” ucap justin membuatku sedikit, emm melayang
Aku hanya tersenyum
“oh iya..” justin menepuk tangannya sebanyak tiga kali, dan ‘Jedaarr’ terlihat warna-warni kembang api meluncur bebas di langit malam ini. Astaga indahnya.. :’)
Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, justin tersenyum
melihat tingkahku
“kau suka?” tanyanya
“aku sangat suka ini, ini benar-benar indah, just”
“hmm, kemarilah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” Degg! Apa yang akan ia katakana, Tuhaaaaaaan
“Mona, kau tau? Aku telah jatuh cinta pada seorang gadis cantik. Aku benar-benar jatuh cinta pada gadis itu, dan aku menyayanginya. Karena dia-lah malaikat tanpa sayap yang Tuhan utus untuk menjadi bagian hidupku, untuk menjadi bahagiaku. Dan aku tak pernah menyesal untuk mencintainya” ucap justin
Tak dapat ku pungkiri, hatiku sakit mendengarnya, apakah justin mengajakk malam-malam hanya untuk berkata demikian? Oh Astaga, tega sekali dia. :(
“kau suka?” tanyanya
“aku sangat suka ini, ini benar-benar indah, just”
“hmm, kemarilah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” Degg! Apa yang akan ia katakana, Tuhaaaaaaan
“Mona, kau tau? Aku telah jatuh cinta pada seorang gadis cantik. Aku benar-benar jatuh cinta pada gadis itu, dan aku menyayanginya. Karena dia-lah malaikat tanpa sayap yang Tuhan utus untuk menjadi bagian hidupku, untuk menjadi bahagiaku. Dan aku tak pernah menyesal untuk mencintainya” ucap justin
Tak dapat ku pungkiri, hatiku sakit mendengarnya, apakah justin mengajakk malam-malam hanya untuk berkata demikian? Oh Astaga, tega sekali dia. :(
Aku hanya tersenyum pahit dan mencoba menerima kenyataan
bahwa justin memang tak pernah mengharapkan kehadiranku
“hmm, memang siapa orangnya? Pasti gadis itu benar-benar cantik, bukan? Beruntung sekali diaa” ucapku dengan nada suara yang bergetar, aku tak dapat berbohong, aku tak dapat lagi mengelak. aku ingin menangis!
“dia adalah gadis yang paling special dalam hidupku, dia tak berada disini, dia selalu jauh denganku karena aku dan dia sangatlah berbeda, dia adalah gadis popular di sekolah, tapi aku tak pernah berhenti berharap untk selalu bisa mendapatkannya, dan aku harus bisa bersamanya!”jelas justin
Pikiranku melayang, ada satu nama yang melayang di dalam benakku, SELENA! Aku yakin gadis yang justin maksud adalah selena, dan aku tau justin memang sempat jatuh cinta pada selena. Tuhan
“hmm, memang siapa orangnya? Pasti gadis itu benar-benar cantik, bukan? Beruntung sekali diaa” ucapku dengan nada suara yang bergetar, aku tak dapat berbohong, aku tak dapat lagi mengelak. aku ingin menangis!
“dia adalah gadis yang paling special dalam hidupku, dia tak berada disini, dia selalu jauh denganku karena aku dan dia sangatlah berbeda, dia adalah gadis popular di sekolah, tapi aku tak pernah berhenti berharap untk selalu bisa mendapatkannya, dan aku harus bisa bersamanya!”jelas justin
Pikiranku melayang, ada satu nama yang melayang di dalam benakku, SELENA! Aku yakin gadis yang justin maksud adalah selena, dan aku tau justin memang sempat jatuh cinta pada selena. Tuhan
Namun, mataku tak lagi bersahabat, aku tak dapat lagi
membendung air mata yang telah terbendung di kelopak mataku. Astaga, justin kau
tega sekali. Dan aku tak dapat lagi menahannya, sial! Air bening itu mengalir
dengan mulusnya di kedua pipiku :(
“mona, mengapa kau menangis? Apa perkataanku salah?” ucap justin dengan nada yang penuh kekhawatiran. Dengan cepat, aku menggeleng kuat sebagai tanda bahwa tak terjadi apa-apa denganku. Tapi, kumohon justin, jangan menatap mataku seperti itu, aku tak dapat berbohong padamu! Kumohon!
“mona, bicaralah kumohon!” ucap justin semakin khawatir
Justin, jangan katakan kata itu, kata itu dapat dengan mudah merobohkan bangunan kuat yang susah-payah ku bangun dalam diriku. Jangan justin, aku tak bisa berbohong! Dan aku tak mungkin menahannya, ini benar-benar sakit!
“aku.. aku..” ucapku tak tentu, lalu justin menghapus sisa-sisa butiran air mata dipipiku dengan kedua ibu jarinya.
“tenangkanlah dirimu, lalu katakanlah padaku” ucapnya
Setelah sedikit tenang, aku mencoba memberanikan diri untuk menatap mata hadzel milik justin, aku mencoba tersenyum, dank u hela nafas berat untuk mencoba menjelaskannya pada justin.
“sudah, tenanglah. Kau siap menceritakannya?” ucap justin dengan nada yang menggemaskan dan senyuman manisnya itu. Aku hanya mengangguk tanda aku mau
“se-sebenarnya aku menyukaimu sejak lama, namun tadi kau berkata jika kau menyukai gadis lain yang sudah ku yakini dia adalah selena, dan ahh ku pasrahkan semuanya pada Tuhan” Dan sial, air bening itu mengalir lagi dipipiku, kali ini justin langsung dengan sigap menarik tanganku dan memelukku dengan erat
“itu memang benar..” mendengar kata itu, aku bangkit dari dalam peluknya dan menatapnya penuh dengan kekecewaan , dan aku menangis lagi
“tenanglah, dengarkan aku dulu” ucapnya dengan menggenggam tanganku erat
“itu memang benar, bahwa aku sempat mencintai selena, tapi itu dulu sebelum aku bertemu dengannya. Dan bukan selena yang aku pilih, percayalah”
“tapi itu tetap bukan aku yang kau cintai, just” ucapku dengan nada kesal
“hey! Tenanglah, biar ku jelaskan. Seandainya kau tau siapa gadis yang aku maksud, gadis yang aku maksud adalah kau, mona. Aku-pun sama sepertimu, aku menyukaimu sejak lama, namun hari kemari aku masih mencoba untuk mengumpulkan seluruh keberanianku hanya sekedar untuk mengajakmu berkencan seperti sekarang. Dan saat ku dengar kenyataan bahwa kau juga memiliki perasaan yang sama denganku, aku benar-benar tak menyangka, dan kau tau aku bahagia akan hal ini.” Jelas justin
“mona, mengapa kau menangis? Apa perkataanku salah?” ucap justin dengan nada yang penuh kekhawatiran. Dengan cepat, aku menggeleng kuat sebagai tanda bahwa tak terjadi apa-apa denganku. Tapi, kumohon justin, jangan menatap mataku seperti itu, aku tak dapat berbohong padamu! Kumohon!
“mona, bicaralah kumohon!” ucap justin semakin khawatir
Justin, jangan katakan kata itu, kata itu dapat dengan mudah merobohkan bangunan kuat yang susah-payah ku bangun dalam diriku. Jangan justin, aku tak bisa berbohong! Dan aku tak mungkin menahannya, ini benar-benar sakit!
“aku.. aku..” ucapku tak tentu, lalu justin menghapus sisa-sisa butiran air mata dipipiku dengan kedua ibu jarinya.
“tenangkanlah dirimu, lalu katakanlah padaku” ucapnya
Setelah sedikit tenang, aku mencoba memberanikan diri untuk menatap mata hadzel milik justin, aku mencoba tersenyum, dank u hela nafas berat untuk mencoba menjelaskannya pada justin.
“sudah, tenanglah. Kau siap menceritakannya?” ucap justin dengan nada yang menggemaskan dan senyuman manisnya itu. Aku hanya mengangguk tanda aku mau
“se-sebenarnya aku menyukaimu sejak lama, namun tadi kau berkata jika kau menyukai gadis lain yang sudah ku yakini dia adalah selena, dan ahh ku pasrahkan semuanya pada Tuhan” Dan sial, air bening itu mengalir lagi dipipiku, kali ini justin langsung dengan sigap menarik tanganku dan memelukku dengan erat
“itu memang benar..” mendengar kata itu, aku bangkit dari dalam peluknya dan menatapnya penuh dengan kekecewaan , dan aku menangis lagi
“tenanglah, dengarkan aku dulu” ucapnya dengan menggenggam tanganku erat
“itu memang benar, bahwa aku sempat mencintai selena, tapi itu dulu sebelum aku bertemu dengannya. Dan bukan selena yang aku pilih, percayalah”
“tapi itu tetap bukan aku yang kau cintai, just” ucapku dengan nada kesal
“hey! Tenanglah, biar ku jelaskan. Seandainya kau tau siapa gadis yang aku maksud, gadis yang aku maksud adalah kau, mona. Aku-pun sama sepertimu, aku menyukaimu sejak lama, namun hari kemari aku masih mencoba untuk mengumpulkan seluruh keberanianku hanya sekedar untuk mengajakmu berkencan seperti sekarang. Dan saat ku dengar kenyataan bahwa kau juga memiliki perasaan yang sama denganku, aku benar-benar tak menyangka, dan kau tau aku bahagia akan hal ini.” Jelas justin
Lalu ia mengangkat daguku, menatap mataku, dan ia tersenyum
“bahagiaku, ku mohon, jangan menangis” ucapnya dengan lembut, aku menatap matanya, lalu perlahan akupun tersenyum. Keadaan-pun hening sejenak
“hmm, mona. Will you be mine?” Tanya justin to the point, aku terdiam sesaat, mencoba berpikir ‘Apakah ini sebuah kenyataan? Bukan hanya mimpiku?’ tidak, ini pasti hanya mimpi
“mona, mengapa kau terdiam? Apa kau tak menerimaku? Kau menyukaiku, akupun begitu, tapi mengapa aku tak yakin denganku?” ucap justin
“ini tak seperti yang kau pikirkan, just. Aku hanya terlalu kaget saat kau berkata demikian, aku senang sangaaatt senang, karena perasaanku telah terjawa dan terbalaskan” ucapku dengan tersenyum
“jadi, apa kau menerimaku, bukan?”
“jika kau tak bermain-main dengan ucapanmu itu, aku menerimamu” ucapku dengan tersenyum bahagia
“benarkah? Tapi, bagaimana jika aku hanya bermain-main?” ucap justin menggodaku
“baik, aku akan pulang kerumahku sekarang” ucapku kesal
“oh, hey.. tidak aku tak mungkin bercanda dengan masalah seperti ini. Dan sekarang You are mine, and I’m yours, mona” ucap justin dengan menggenggam tanganku erat, dan tiba-tiba ia mendekat dan mengecup keningku.
“bahagiaku, ku mohon, jangan menangis” ucapnya dengan lembut, aku menatap matanya, lalu perlahan akupun tersenyum. Keadaan-pun hening sejenak
“hmm, mona. Will you be mine?” Tanya justin to the point, aku terdiam sesaat, mencoba berpikir ‘Apakah ini sebuah kenyataan? Bukan hanya mimpiku?’ tidak, ini pasti hanya mimpi
“mona, mengapa kau terdiam? Apa kau tak menerimaku? Kau menyukaiku, akupun begitu, tapi mengapa aku tak yakin denganku?” ucap justin
“ini tak seperti yang kau pikirkan, just. Aku hanya terlalu kaget saat kau berkata demikian, aku senang sangaaatt senang, karena perasaanku telah terjawa dan terbalaskan” ucapku dengan tersenyum
“jadi, apa kau menerimaku, bukan?”
“jika kau tak bermain-main dengan ucapanmu itu, aku menerimamu” ucapku dengan tersenyum bahagia
“benarkah? Tapi, bagaimana jika aku hanya bermain-main?” ucap justin menggodaku
“baik, aku akan pulang kerumahku sekarang” ucapku kesal
“oh, hey.. tidak aku tak mungkin bercanda dengan masalah seperti ini. Dan sekarang You are mine, and I’m yours, mona” ucap justin dengan menggenggam tanganku erat, dan tiba-tiba ia mendekat dan mengecup keningku.
“kau mau bernyanyi denganku?” Tanya justin
“sure, kau lebih dulu”
“sure, kau lebih dulu”
[Justin]
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
[ Justin with Me] I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
[ Justin with Me] I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Lagu selesai kami nyanyikan, kami saling menatap lalu
tertawa, dengan tangan justin yang tetap setia melindungi jemari tanganku yang
saat ini kedinginan.
Hari itu adalah sore yang cerah, justin mengajakku kesuatu
tempat untuk merayakan anniv kami yang perama.
Justin menutup mataku dengan sehelai kain (khusus penutup mata). Gelap, apa yang akan justin lakukan?
“Happy anniversary mona..” teriak justin sumringah, dengan membukakan kain mata tersebut
Aku membuka mataku, dan aku dapat melihat suatu rangkaian bunga yang menuliskan “Happy First Anniversary”,kau tau seberapa senangnya aku memiliki justin? Kesenangan itu tak dapat ku bandingkan dengan kebahagiaan lain yang pernah aku alami.
Justin menutup mataku dengan sehelai kain (khusus penutup mata). Gelap, apa yang akan justin lakukan?
“Happy anniversary mona..” teriak justin sumringah, dengan membukakan kain mata tersebut
Aku membuka mataku, dan aku dapat melihat suatu rangkaian bunga yang menuliskan “Happy First Anniversary”,kau tau seberapa senangnya aku memiliki justin? Kesenangan itu tak dapat ku bandingkan dengan kebahagiaan lain yang pernah aku alami.
Rameeeee, tapi aku belum baca:3
BalasHapusjadi maksud kamu bilang rame apa des ? :D
BalasHapusHaahahah rame apanya berarti?:))
BalasHapus